Inilah 5 Faktor yang mempengaruhi tinggi badan Sikecil


Komponen genetik terkadang dianggap terkait dengan puncak bayi. Ada yang mengatakan bahwa jika ayah dan ibu memiliki lebih sedikit puncak, anak-anak akan mengalami hal yang sama. Sementara itu, jika bapak dan ibu memiliki postur tubuh yang berlebihan, anak tersebut malah akan memiliki postur tubuh yang berlebihan. Namun apakah selalu seperti itu? Apakah genetika merupakan salah satu penentu puncak?

1. Elemen Genetik

Ada dua pendapat tentang pengaruh komponen genetik dan puncak anak. Dilansir Scientificamerican, penelitian yang dilakukan oleh Tuffs College menyebutkan bahwa 60-80% puncak remaja dipengaruhi oleh komponen genetik dan 20-40% dipengaruhi oleh komponen lingkungan. Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Dubois et al. Pada tahun 2012 disebutkan bahwa komponen lingkungan berpengaruh pada puncak bayi dalam dua tahun pertama kehidupan seorang anak, sedangkan komponen genetik dapat memberikan pengaruh tambahan pada puncak bayi setelahnya.

2. Konsumsi makanan

Perkembangan dan perkembangan balita Anda juga ditentukan oleh konsumsi makanan yang ditawarkan. Jika konsumsi vitamin seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral tercukupi, hal ini dapat memperkuat dan mengoptimalkan pertumbuhan tulang balita Anda. Konsumsi makanan yang baik bahkan dapat menjaga kesehatan si kecil agar tidak mudah sakit. Karena seandainya balita Anda sering sakit, keadaan ini dapat mengganggu perkembangan dan perkembangannya. Agar sebanyak mungkin bisa, penuhi asupan makanan balita Anda, terutama dalam 100 hari pertama kehidupannya.

3. Durasi Tidur

Tanpa disadari, lama tidur bisa berpengaruh pada perkembangan balita Anda, lho. Hal ini dibicarakan dalam sebuah penelitian yang diungkapkan dalam jurnal Neuroendocrinology pada tahun 2011. Penelitian tersebut membuktikan bahwa anak-anak yang kurang tidur cenderung memiliki puncak yang lebih pendek daripada anak-anak seusia mereka. Itu karena anak-anak yang kurang tidur cenderung memiliki hormon perkembangan yang jauh lebih sedikit daripada anak-anak yang cukup tidur. Lama tidur terbaik untuk bayi baru lahir adalah delapan belas jam per hari, balita 10-13 jam per hari, dan usia pengajar muda 8-11 jam per hari.

4. Latihan Tubuh

Selain durasi tidur, olahraga juga membantu perkembangan balita Anda. Pasalnya, olahraga tubuh seperti melatih dapat merangsang produksi hormon perkembangan yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan balita Anda. Untuk memastikan si batita memiliki minat, bunda bisa mengajaknya melakukan latihan ringan yang simpel, aman, dan menyenangkan seperti lompat tali, renang, bersepeda dan basket.

5. Masalah Kesehatan

Salah satu dari banyak komponen yang dapat menghambat perkembangan balita Anda adalah masalah kesehatan. Beberapa jenis penyakit seperti dwarfisme (bentuk tubuh pendek di bawah umum), masalah ginjal, jantung koroner, paru-paru, dan tulang dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi Anda. Oleh karena itu, selama balita Anda masih dalam tahap perkembangan dan peningkatan, para ibu ingin berkonsentrasi pada situasi kesehatan balita mereka.

0 Response to "Inilah 5 Faktor yang mempengaruhi tinggi badan Sikecil"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel